METODOLOGI PENELITIAN

Tulisan 1

 

BaB 1

PENDAHULUAN

 

Empat hal pokok disajikan dalam bab pendahuluan ini,yaitu (1) relevansi metodologi penelitian bagi tenaga pengajar di perguruan tinggi,(2) hasrat ingin tahu manusia,(3) dua pendekatan unutuk memperoleh kebenaran,dan (4) tugas-tugas ilmu dan penelitian.

RELEVANSI METODLOGI PENELITIAN BAGI TENAGA PENGAJAR DI PERGURUAN TINGGI.

Telah umum di ketahui,bahwa perguruan tinggi di indonesia mengemban tiga dhrma tugas,yaitu (a) Tugas pendidikan,(b) Tugas penenlitian dan (C) tugas pengabdian kepada masyarakat.tenaga pengajar ,sebagai unsur utama dalam kegiatan akademik di kampus ,juga mengembangkan tiga tugas itu sekaligus ,karena itu adalah merupakan hal yang sangat perlu bahwa setiap tenaga pengajar selalu berusaha  meningkatakn ke mampuan dan ketrampilannya dalam melaksanakan ketiga tersebut,serta kebutuhan yang di hadapinnya.

HASRAT INGIN TAHU MANUSIA

Ilmu pengetahuan berawal pda kekaguman manusia akan alam yang di hadapinya,baik alam besar (mascro-cosmos),maupun alam kecil (micro-cosmos).manusia sebagai animal rational di bekali hasrat ingin tahu.

Pertanyaan-pertanaan seperti “ini apa?”itu apa?” telah keluar dari mulut kanak-kanak.kemudian  timbul pernyataan-pernyataan “mengapa begini?”,mengapa begitu?”,dan selanjutnya berkembang menjadi pertanyan-pertanyaan semacam “bagaimana hal itu terjadi?”,”bagai mana memecahkannya”? dan sebagainya. Bentuk-bentuk pertanyaan di atas itu jugsa telah di ketemukan sepanajang sejarah manusia.

DUA PENDEKATAN UNTUK MEMPEROLEH KEBENARAN

Hasrat ingin tahu manusia terpuaskan kalau dia memperoleh pengetahuan mengenai hal yang di pertanyakan.Dan pengetahuan yang diinginkannya adalah pengetahuan yang benar.

Pendekatan ilmiah menuntut di lakukannya cara-cara atu langkah-langkah tertentu dengan perurutan tertentu agar dapat di capai pengetahuan yang benar itu.

 

 

1.PENDEKATAN NON-ILMIAH

Ada beberapa pendekaran non-ilmiah yang banyak di gunakan,yaitu(a)akal sehat,(b) persangka (c) intuisi,(d),penemuan kebetulan dan cona-coba,dan (e) pendapat otoritas ilmiah dan pikiran kritis .

 

2.AkAL SEHAT (common sense)

Akal sehat dan ilmu adalah dua hal yang berbeda sekalipun dalam batas tertentu keduanya mengandung persamaan.menurut conant yang di kutip kerlinger (1986,h.4) akal sehat adalah serangakain konsep (concepts) dan bagan konseptual (conceptual schemes) yang memuaskan untuk pengguna peraktis bagi kemanusiaan.

Bagan konsep adalah seprangkat konsep yang di rangkain dengan dalil-dalil hoptotis dan teoretis.

B.persangka

Pencapaian pengetahuan secara akal sehat di warnai oleh kepentingan orang yang melakukannya.hal yang demikian itu menyebabkan akal sehat mudah beralih menjadi persangka.oranial0g sering cenderung melihat hubungan antara dua hal sebagai hubungan sebab-akibat yang lagsung dan sederhana.padahal sesunggunya gejala yang di mati itu merupakan akibat dari berbagai hal.dengan akal sehat orang cenderung ke arah pembuatan generlisasi yang terlalu luas,yang lalu merupakan persangka.

c.pendekatan intutif

Dalam pendekatan intutif orang menentukan “pendapat”mengenai sesuatu berdasar atas “pengetahuan”yang langsung atau di dapat dengan cepat melalui peroses yang tak di sadari atau yang tidak di pikirkan lebih dahulu.metode yang demikian itu biasa disebut metode a priori.dalil dalil seseorang yang a priori cocok dengan penelaran belum tentu cocok dengan pengalaman atau data empris.

D.PENEMUAN KEBETULAN DAN COBA-COBA

Sepanjang sejarah manusia penemuan secara kebetulan itu bnyak terjadi ,dan bnyak di antarannya yang sangat berguna .misalnya,penemuan seorang penderita malaria pada kolam berisi air pahit yang bersal kulit pohon. Penemuan coba-coba (trial and error) di peroleh tanpa kepastian akan di perolehnya sesuatu kondisi tertentu atau pemecahan sesuatu masalah.

Usaha coba-coba pada umumnya merupakan serangkaian percobaan tanpa kesadaraan akan pemecahan tertentu yaitu lebih maju,dari pada mendahuluinya.penemuan secara kebetulan pada umumnya tidak efisien dan tidak terkontrol.

E.PENDAPAT OTORITAS ILMIAH DAN PIKIRAN KRITIS

Otoritas ilmiah adalah dan pikiran kritis.

Otortitas ilmih adalah orang-orang yang biasannya telah menempuh pendidikan formal tertinggi atau yang mempunyai pengalaman kerja ilmiah dalam sesuatu bidang cukup banyak.pendapat-pendapat mereka sering di terima orang tanpa diuji,karena dipandang benar.namun,pendapat otomatis ilmiah tidak selamannya benar.ada kalannya,atau bhkan sering ,pendapat merka itu kemudian ternyata tidak benar,karena pendapat tersebut tidak di hasilkan dari penelitian,melainkan hanya di dasarkan atas pemikiran logis.

2.PENDEKATAAN ILMIAH

Pengetahuan yang di peroleh dengan pendekatan ilmiah di peroleh melelui penelitian ilmiah dan di bangun di atas teori tertentu .Teori itu berkembang melalui penelitian ilmiah,yaitu penelitian yang sistematika dan terkontrol berdasar atas data empiris yaitu hasil yang sma atau hampir sama dengan hasil terdahulu langkah-langkah penelitian yang teratur dan terkontrol itu telah terpolakan dan sampai batas tertentu diakui umum.

TUGAS-TUGAS IlMU DAN PENElITIAN

A.Tugas mencandra atau mengadakan deskripsi (memerikan)

Ilmu dan penelitian bertugas menggambarkan secara jelas dan cermat hal-hal yang di persoalkannya.

B.Tugas menerangkan (eksplanasi)

Ilmu dan penelitian bertugas menerangkan kondisi-kondisi yang mendasari terjadinya peristiwa-peristiwa.

C.Tugas menyusun teori

Ilmu dan penelitian bertugas mencari dan merumuskan hukum-hukum atau tata-tata mengenai hubungan anatar kondisi yang satu dan kondisi yang lain atau ubungan antara satu peristiwa dengan peristiwa yang lain.

D.Tugas prediksi

Ilmu dan penelitian bertugas membuat prediksi (ramalan),estimasi dan proyeksi mengenai peristiwa-peristiwa yang bakal terjadi atau gejala-gejala yang bakal muncul.

E.Tugas pengendalian

Ilmu dan penelitian juga bertugas melaukan tindakan-tindakan guna mengendalikan peristiwa-peristiwa atau gejala-gejala sebagai keseluruhan,ilmu dan penelitian mengemban ke lima tugas yang disebutkan di atas itu sekaligus karena itu seringkali kelima hal tersebut juga di gunakan sebagai kriteria untuk menetukan bobot sesuatu karya ke ilmuan..

 

PERTANYAAN.

1.sebutkan dua pendekatan untuk memperoleh kebenaraan

Jawab: pendekat non ilmiah yang meliputi yaitu

A)     Akal sehat,

B)     Prasangka,

C)     Intuisi,

D)     Penemuan kebetulan dan coba-coba

E)      Pendapat otoritas ilmiah dan pikiran kritis

 

PROSES PENELITIAN : SUATU KERANGKA UMUM

Di dalam bab ini disajikan langkah-langkah penelitian yang sifatnya umum,sejak awal sampai akhir.untuk setiap langkah di berikan penjelasan ringkasan,dan seberapa mungkin di sajikan juga pertimbangan-pertimbangan praktis mengenainya

Pada bab ini akan di sajikan uraian mengenai suatu rangka umum penelitian,yaitu langkah-langkah yang harus di lakukan oleh sesorang dalam melakukan penelitian.pa yang di sajikan dalam bab ini hanyalah suatu alternatif –bukan satu-satunya dan di harapkan dapat memberi tuntunan kepada pembaca dan menyusun perencanaan dan melakukan pelaksanan penelitian.

LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN

Penelitian adalah suatu proses ,yaitu suatu rangkaian langkah-langkah yang di lakukan secara terencana dan sistematis guna mendapatkan pemecahan masalah atau pendapat jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tertentu.langkah-langkah yang di lakukan itu harus serasi dan saling mendukung satu sama lain ,agar penelitian yang di lakukan iytu mempunyai bobot yang cukup memadai dan memberikan kesimpulan-kesimpulan yang tidak meragukan.ada pun langkah-langkah penelitian umumnya adalah sebagai tersebut di bawah ini:

1.identifikasi,pemilihan,dan permusuan masalah;

2.penelaahan kepustakaan;

3.penyusunan hipotis;

4.identifikasi klasifikasi ,dan pemberian definisi operasional variabel-variabel;

5.pemilihan atau pengembangan alat pengambilan data;

6.penyusunan rncangan penelitian;

7.penentuan sampel;

8.pengumpulan data;

9.pengolahan dan analisis data;

10.interpretsi hasil analisis;

11.penyusunan laporan;

Kesebelas langkah-langkah tersebut berturut-turut akan di sajikan secara ringkas di sini,dengan menunjukan hal-hal yang pokok serta praktis.

1.Identifikasi ,pemilihan,dan perumusan masalah

Masalah atau permasalahan ada kalau ada kesenjangan (gap) antara das sollen dan das sein.ada perbedaan antara apa yang seharusnya dan apa yang ada dalam kennyataan,antara yang di perlukan dan apa yang tersedia.

A.Identifikasi maslah

Malah yang harus di pecahkan atu di jawab melalui penelitian selalu ada tersedia dan cukup bnyak ,tinggallah si pekunelitian mengedentifikannya ,memilihnya dan merumuskannya walapun demikian ,agar sesorang ilmuwan mempunyai mata yang cukup jeli untuk menemukan masalah tersebut maslah,terutama adalah

1.bacaan,terutama bacaan yang berisi laporan hasil penelitian

2.seminar,diskusi,dan lain-lain pertmuan ilmiah

3.pertanyataan pemegang otoritas

4.pengamatan sepintas

5.pengalaman pribadi

6.persaan intutif

1.Bacaan .Bacan ,terutama bacaan yang melaporkan hasil penelitian ,mudah di jadikan sumber maslah penelitian,karena laporan penelitian yang baik tentu akan mencantumkan rekomandasi untuk penelitian lebih lanjut dengan arah tertentu.

2.Diskusi,seminar,pertemuan ilmiah.Diskusi ,seminar ,dan lain-lain pertemuan ilmiah juga merupakan sumber masalah penelitian yang cukup.

3.Pernyataan pemegang otoritas .pertanyaan pemegang otoritas ,aik pemegang otoritas dalam ilmu tertentu,dapat menjadi sumber maslah penelitian.

4.Pengamatan sepintas.seringkali terjadi ,sesorang menemukan maslah penelitiannya dalam suat perjalanan atu peninjauanketika berangkat dari rumah sma sekali tidak ada rencana untuk mencari masalah penelitian.

5.pengalaman pribadi.pengalaman pribadi sering pula menjdi sumber bagi di ketemukannya maslah penelitian.lebih-lebih dalam ilmu-ilmu sosial,hal demikain itu sering terjadi.

6.persaan intutif .tidak jarang terjadi masalah penelitian itu muncul dalm pikiran imuwan pada pagi hari setelah bangun tidur.

B.Pemilihan Masalah

1.pertimbangan dari arah masalah.

A.pengembangan teori dalam bidang yang bersangkutan.

B.pemecahan maslah-maslah praktis

C.Perumusan masalah

 

2.Penelahan kepustakaan.

3.permusan hipotesis

4.Identifikasi ,klasifikasi,dan pemberian definisi variabel-variabel

a.Mengidentifikasi variabel.

B.Mengklasifikasikan variabel

C.variabel nominal

D.variabel ordinal

E.variabel interval

F.variabel ratio

Dalam mengklafikasikan variabel menurut peranannya dalam penelitian itu biasanya orang mulai dengan mengidentifikasikan variabeltergantungnya.hal yang demikian itu terjadi karena variabel tergantung itulah menjadi titik pusat persolaan,dan karena itu tidak mengheankan kalu sering pula di sebut kriterium.

Contoh ini misalnya di usahkan dinertalisasikan misalnya di ambil kelompok umur tertentu saja makan umur di sini beperan sbagai variabel kendali.variabel-variabel lain yang jumlahnya masih bnyak mungkin lalu di anggap pengaruhnya terhadap perstasi belajar tidak menimbulkan perbedan-perbedan yang berarti

Variabel adalah proses belajar yang ada di dalam diri si subjek yang di teliti.variabel intervening tidak pernah diamati,dan hanya dapat disimpulkan adanya berdasar pada variabel tergantung dan variabel-variabel ‘’SEBAB’’

Definisi-definis pola1,pola 11,dan pola 111.

1.Definisi pola 1 yaitu,definisi yang di susun berdasarkan atas kegiatan-kegiatan (operations) yang harus di lakukan agar hal yang di definisikan itu terjadi

contoh:

frustasi adalah keadaan yang timbul sebagai akibat tercegahnya pencapaian.

Lapar adalah keadaan yang individual yang timbul setelaai tidak makan 24 jam.

Garam meja adalah hasil kombinasi kimiawi antara sodium dan chlorine.

Secara umum ,penelitian yang lengkap akan meliputi sebelas langkah,sebagai berikut.

1.identifikasi pemilihan dan permusuhan masalah.

1.bacaan,

2.pertemuab ilmiah,

3.pernyataan pemegang otoritas,

4.pengamatan sepintas,

5.pengalaman pribadi,

6.persaan intutif,

B.Pemilihan masalah di lakukan atas dasar pertimbangan –pertimbangan;

dari arah msalahnya;

a.pengembangan teori;

pemecahan masalah praktis;.dari arah peneliti;

Peneliti itu harus managable

C.perumusan masalah;

dalam bentuk kalimat tanya,

padat dan jelas,

memberi petunjuk tentang mungkinnya menjawab masalah itu secara empiris.

Penelaahan kepustakaan

Penelaahan kepustakaan perlu di lakukan guna menegakkan landasan teoritis penelitian yang akan di lakukan secara garis besar,sumber bacaan dapst di bedakaan menjadi dua macam,yaitu acuan umun,terutama pada buku-buku teks dan acuan khusus yang berupa laporan hasil penelitian yang terutama terdapat dalam jurnal profesional.

Permusuhan hpotesis

Hipotesis hendaklah:

Menyatakan pertatuan anatara dua varaibel atau lebih;

Dinyatakan dalam dua kalimat deklaratif

Di rumuskan secara jelas dan padat

Dapat diuji

Identifikasi,klasfikasi,dan pemeberin definis variabel

Identifikasi varaibel

Peneliti harus dapat mengidentifikasi variabel-variabel apa yang terlihat dalam penelitian yang di lakukannya.

Klasifikasi variabel

Variabel-variabel yang telah diidentifikasi itu perlu di klasifikasikan sesuai dengan perananya masing-masing dalam penelitian tersebut.secara bagan mungkin dapat di sajikan ebagai berikut: definisi variabel-variabel yang telah diklafikasikan itu perlu di buat definisi operasionalnya.

 

referensi : buku berjudul “METODOLOGI PENELITIAN (Drs.Sumadi Suryabrata, B.A., M.A, Ed.S, Ph.D.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s